Rabu, 03 Februari 2010

Jangan takut dikritik


Oleh:
1. Nur Abdillah Siddiq (16)
2. Nur Asfi Royhan (17)
3. Riskilla Fauziyanda (24)
4. R. Ach. Fauzan Adhima (27)



Karya adalah hasil cipta, rasa dan karsa manusia. Namun segala sesuatu didunia ini tidak ada yang sempurna,begitu pula dengan karya. Seperti pepatah mengatakan “Tidak ada gading yang tak retak”. Semua karya yang manusia ciptakan, tidak pernah mencapai kata “sempurna”. Segala sesuatu yang ada di dalamnya, pasti mempunyai kekurangan di samping adanya kelebihan. Maka dari itu, karya berupa apapun itu membutuhkan adanya kritik dari penikmat karya tersebut.

Kritik adalah hal yang biasa dan lumrah. Bahkan kritik dibutuhkan agar dapat menjadi momentum supaya karya tersebut menjadi lebih baik. Kritik hanya sebagai kisah yang dikerubungi layaknya sarang semut. Dan berharga layaknya senyuman yang tersungging di dalam lautan samudra... kritik adalah ungkapan dan kritik adalah senandung salam bukan sebuah terimaan yang tak harus dibiarkan tetapi haruslah terungkap dari arti dan makna sesungguhnya.

Ketika menyajikan sebuah karya, adanya kritik tidak dapat terhindarkan. Kritik terhadap suatu karya yang dianggap sebagai karya yang tidak mendidik dan lain sebagainya, merupakan persepsi dari seorang kritikus, siapapun itu. Setiap orang memiliki pandangan yang berbeda terhadap suatu karya. Adanya kritikan tersebut, bukan berarti karya kita gagal. Namun setiap apa yang kita kerjakan harus kita pertanggung jawabkan. Bentuk dari pertanggung jawaban itu dapat berupa perbaikan dalam karya selanjutnya. Dengan kritikan itu, kita tidak boleh berkecil hati. Karena berbagai kritikan tersebut kita jadikan acuan untuk berkarya lebih baik lagi. Selain itu, kita dapat meminta saran dari seseorang yang mengkritik kita tentang karya yang kita ciptakan. Untuk itu janganlah pernah berhenti untuk berkarya.



0 komentar:

Posting Komentar

Pengikut

 

TANAH KAPOR | Creative Commons Attribution- Noncommercial License | Dandy Dandilion Designed by Simply Fabulous Blogger Templates